Live Streaming

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM – Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) turut menyukseskan sensus penduduk. Untuk itu, Wakil Gubernur (Wagub), Abdul Fatah menginstruksikan kepada para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera melakukan Sensus Penduduk Online.

Wagub menegaskan, akan memberikan sanksi kepada ASN maupun honorer yang belum mendaftar Sensus Penduduk Online tersebut, hingga 31 Maret 2020.

"Apabila sampai akhir waktu, ASN maupun honorernya belum melakukan sensus secara online, maka yang bersangkutan akan diberikan sanksi begitu juga pimpinan unit organisasinya," ungkapnya saat menghadiri Optimalisasi Peran Perangkat Daerah Dalam Menyukseskan Sensus Penduduk Tahun 2020, di Ruang Pasir Padi, Senin (16/3/2020).

Pemberian sanksi yang disampaikan oleh Wagub, yakni berupa penundaan pembayaran TPP selama sebulan, yang juga berlaku kepada honorer dengan penundaan gaji bulanan selama satu bulan.

Untuk itu, ia harap para OPD dapat memeriksa kembali ASN dan honorer, agar segera melaksanakan pendaftaran Sensus Penduduk Online secara mandiri.

Ia juga mengharapkan, tidak hanya ASN di lingkungan provinsi, kabupaten/kota, namun seluruh instansi vertikal, perbankan, dan BUMN juga dapat segera mengisi sensus hingga batas waktu yang ditentukan.

Manfaat dari data sensus penduduk yaitu tersedianya data kependudukan dan karakteristiknya, sebagai dasar evaluasi pembangunan nasional dan pembangunan manusia. Juga sebagai dasar perencanaan di berbagai bidang, seperti transportasi, komunikasi, tata ruang dan lingkungan, ketenagakerjaan, perumahan, pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya.

Dalam pengumpulan data sensus penduduk, BPS menggunakan metode kombinasi, karena pada saat ini sudah banyak negara yang tidak melakukan pendataan "door to door", namun menggunakan pendaftaran secara online.

Selain itu, menurut Kepala BPS Kep. Babel, Dwi Retno, kalau menggunakan data door to door, Indonesia dengan bentuk negara kepulauan sangatlah tidak efektif dan akan sangat memakan biaya.

"Karena itu kita bekerja sama dengan dukcapil. Dengan menggunakan data dari dukcapil sebagai data dasar pemuktahiran data secara online," ungkapnya.

Bagi masyarakat yang belum melakukan pemuktahiran data secara online, maka tetap akan didatangi oleh tenaga sensus pada bulan Juli secara door to door.

Berikut adalah Langkah-langkah melakukan sensus penduduk online yang dimulai sejak 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Yakni, pertama masuklah ke laman sensus.bps.go.id, lalu Pilih bahasa, lalu masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK), kemudian isikan kode yang tampak di bawah Nomor KK, lalu klik "Cek Keberadaan", buatlah kata sandi dan pilih pertanyaan keamanan, lalu klik "buat password" untuk pengamanan data yang sudah anda catatkan di Sensus Penduduk Online, lalu masukkan kata sandi yang sudah dibuat, klik "masuk", jangan lupa untuk membaca panduan awal mengenai pengisian Sensus Penduduk online, klik "mulai mengisi", ikuti petunjuk dan jawablah seluruh pertanyaan dengan jujur dan benar, selanjutnya setelah menjawab seluruh pertanyaan, pastikan bahwa status data setiap anggota keluarga "sudah update", lalu klik "kirim", dan unduh bukti pengisian, dan selesai. Selamat mengisi sensus penduduk online.  (Khalimo_HA)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]