LIVE STREAMING

Post Page Advertisement [Top]

PANGKALPINANG, INRADIOFM.COM - Percepatan Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terus dilaksanakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Babel mulai provinsi hingga kabupaten/ kota dengan melakukan Rapid Tes kepada sejumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Berdasarkan data yang masuk ke Pusat Komando Pengendalian dan Operasional (Puskodalops) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Babel, hingga Minggu (5/4/2020) malam terdata dari sebanyak 6.600 Rapid Tes yang dibagikan ke kabupaten/ kota sudah terpakai/ jumlah yang mengikuti Rapid Tes sebanyak 492 buah, pengulangan tes tiga, dengan hasil tes hasil reaksi sebanyak 12 orang dan non reaksi sebanyak 480 orang, dengan sisa Rapid Tes sebanyak 6.105 buah.

"Rapid tes ini sudah didistribusikan ke semua kabupaten/ kota, sehingga setiap ODP atau orang yang kontak dengan PDP, bisa memeriksa diri dengan deteksi dini melalui Rapid Tes ini," kata Ketua Sekretariat Pusat Komando Pengendalian dan Operasional Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penanggulangan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 Babel, Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Minggu (5/4/2020) malam.

"Kami imbau bagi ODP dan orang yang kontak dengan PDP, mari ikut Rapid Tes, supaya bisa diketahui hasilnya dan bisa segera ditangani petugas kesehatan," ujarnya.

Dijelaskannya, dari data yang masuk ke puskodalops hingga Minggu malam di Kabupaten Belitung dari 900 buah Rapid Tes terdata sebanyak 223 orang yang mengikuti Rapid Tes yakni dua pengulangan tes, hasil tes delapan reaktif dan 215 non reaktif, sisa Rapid Tes 675 buah.

Di Kabupaten Belitung Timur dari 560 buah terdata sebanyak satu orang mengikuti Rapid Tes, pengulangan tes nol, hasil tes satu reaktif dan nol non reaktif, sisa sebanyak 559 buah.

Di Kota Pangkalpinang dari 800 buah Rapid Tes terdata sebanyak 86 orang peserta tes, pengulangan nol, hasil tes satu reaktif dan 85 non reaktif sisa Rapid Tes sebanyak 714 buah.

Di Kabupaten Bangka dari 700 buah terdata sebanyak lima peserta, pengulangan tes nol, hasil tes nol reaktif dan lima non reaktif, sisa sebanyak 695 buah.

Di Kabupaten Bangka Tengah dari 680 buah terdata tujuh peserta tes, pengulangan tes nol, hasil tes nol reaktif dan tujuh non reaktif, sisa sebanyak 573 buah, sedangkan di Kabupaten Bangka Barat dari 680 buah belum ada peserta tes.

Di Kabupaten Bangka Selatan dari 880 buah Rapid Tes terdata sebanyak 94 peserta, hasil tes satu reaktif 93 nok reaktif sisa sebanyak 786 buah.

Di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir Soekarno Babel dari 400 buah terdata sebanyak 17 peserta, pengulangan tes satu, hasil tes nol reaktif dan 17 non reaktif sisa sebanyak 382 buah.

"Di Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Babel dari 1.000 buah terdata 59 peserta, pengulangan tes nol, hasil tes satu reaktif dan 58 non reaktif sisa 941 buah," jelas Mikron.

Mikron menambahkan, Rapid Tes bisa dilakukan warga di posko gugus tugas atau pusat pelayanan kesehatan di daerah masing-masing, atau bisa menelpon ke gugus tugas setempat terkait teknis pengambilan sampel Rapid Tes nya.

"Nah, untuk di Bangka Induk posko gugus tugas sudah ada di desa-desa juga, atau ke pusat pelayanan kesehatan setempat, intinya jangan takut ini demi kebaikan semuanya," tukas Mikron.

Ia pun mengajak, masyarakat memiliki riwayat baru pulang berpergian dari daerah dengan zona merah atau pun merasa pernah berinteraksi dengan pasien ODP dan PDP untuk tidak takut untuk deteksi awal ini guna mengetahui kondisi kesehatannya.

"Jika hasil negatif harus bisa meningkatkan kesehatan, jika positif jangan takut sebab harus proses lanjutan lagi yakni selama 10 hari dilakukan Rapid Tes lagi juga harus ada pemeriksaan swab ke Badan Penelitian dan Pembangunan Kesehatan (Balitbangkes)," pungkasnya. [Tim_HA]

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]