LIVE STREAMING

Post Page Advertisement [Top]

Manggar, Beltim, INRADIOFM.COM – Penjualan harga gas bersubsidi tabung 3 kilogram banyak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Belitung Timur. Khususnya di Kecamatan Manggar, terdapat banyaknya toko biasa yang bukan pangkalan, turut menjual dengan harga Rp 22.000.

Kondisi ini membuat gas cepat habis di tingkat pangkalan, akibat dijual ke bukan yang berhak. Sehingga ketika masyarakat yang benar-benar berhak menggunakan jadi lebih susah untuk memperoleh gas bersubsidi.

Warga Desa Padang Kecamatan Manggar, Sulastri (35) mengungkapkan susahnya mendapatkan gas tiga kilogram. Kalau pun dapat, harganya tidak lagi sesuai dengan HET rata-rata di atas Rp 20 ribu.

"Kalau beli di Pangkalan dak pernah dapat pak, tiga pangkalan aku datangin, jadi terpaksa beli di toko. Harganya bisa mencapai Rp 22 ribu per tabung," ungkap Sulas, Rabu (22/4/2020).

Ibu yang sehari-hari berjualan lauk-pauk ini merasa terbebani dengan harga Rp 22 ribu tersebut. Apalagi usaha warung makannya bisa menggunakan hingga tiga tabung dalam seminggu.

"Keberatan la pak, kalau dapat harga segitu (Rp 22 ribu), apalagi di tengah Korona ini sepi warung makan kami, merosot penjualan," sesal Sulastri.

Rian, pemilik salah satu toko yang menjual tabung gas Rp 22 ribu, mengaku memperoleh tabung gas subsidi 3 kilogram dari pangkalan yang ada di Kecamatan Manggar. Dari pangkalan ia membeli dengan harga Rp 18 ribu per tabung, kemudian dijual kembali ke masyarakat Rp 22 ribu.

"Paling lima tabung cuman dapat dari pangkalan, harganya rata-rata Rp 18 ribu dari pangkalan kecuali Pangkalan yang di Numpang Empat Rp 16 ribu. otomatis kita jual lebih dari itu," ujar Rian.

Warga Padang itu mengungkapkan selama ini tidak ada masyarakat yang protes dengan harga jual Rp 22 ribu. Karena tabung gasnya selalu laris, bahkan banyak warga yang antri memesan.

"Sepanjang barangnya (tabung gas  3 kilogram) ada, mereka dak keberatan. Ini pun kadang barangnya susah nyari," ungkap Rian.

Jual di Atas HET Pangkalan Akan Dicabut Izin Usaha

Agen penyalur gas bersubsidi 3 kilogram untuk Kabupaten Beltim, PT Hera Makmur Sentosa menegaskan jika pihaknya selalu mengikuti aturan pemerintah. Jika ada pangkalan yang ada di bawahnya menjual di atas HET maka akan dilakukan pemutusan hubungan usaha.

"Kita memang selalu mengikuti, dan memantau keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan harga gas bersubsidi. Kalau ada pangkalan yang menjual di atas HET kita berikan pembinaan dan peringatan, kalau terbukti melanggar kita lakukan pemutus Hubungan Usaha, pasokannya kita hentikan," tegas Harpan Efendi, juru bicara PT Hera Makmur Sentosa.

Harpan mengatakan, pangkalan gas wajib menjual kepada masyarakat yang tidak mampu atau Usaha Mikro Kecil (UMK). Pangkalan tidak boleh menjual ke toko-toko eceran.

"Kan di tabung tiga kilo itu jelas tertulis 'Hanya Untuk Masyarakat Miskin', jadi peruntukannya bagi mereka. Kalau menjual bukan untuk itu ya jelas salah," kata Harpan.

Mantan Anggota DPRD Belitung tersebut menyatakan, setiap warga yang berhak menerimanya dijatah 2 dua tabung tiga kilogram setiap bulan. Sedangkan untuk UMKM 4 tabung per bulannya.

"Seharusnya kita (Kabupaten Beltim) alokasi jatahnya 3 tabung setiap bulan untuk masyarakat kurang mampu, cuman karena di Pulau Belitung belum ada SPBG maka alokasinya masih 2 tabung," jelas Harpan.

Meski begitu, Harpan memperhitungkan jika jatah dua tabung per bulan untuk warga kurang mampu masih mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kita pakai yang 12 kilogram saja bisa untuk satu bulan lebih malah kadang dua bulan. Kalau pemakaian normal, Insyallah cukup," ungkapnya.

Harpan menyebutkan di Kabupaten Beltim kurang lebih ada sekitar 60 pangkalan yang berada di bawah perusahaannya. Saat ini di Kabupaten Beltim terdapat 22 ribu kepala keluarga yang masuk dalam pendataan paket subsidi gas tiga kilogram.                              
Harpan pun mempersilakan bagi masyarakat Kabupaten Beltim yang ingin mengadu terkait gas subsidi 3 kilogram ke nomor layanan WhatsApp 087864270208.

"Silakan adukan ke nomor tersebut. Kita selalu bekerjasama dengan Bagian Ekbang, siap untuk turun cek ke lapangan," ujarnya. (DiskominfoBeltim_HA)   

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]