LIVE STREAMING

Post Page Advertisement [Top]

Manggar, Beltim, INRADIOFM.COM – Tim Satgas COVID-19 RSUD Belitung Timur (Beltim), melakukan tes swab terhadap empat orang warga Desa Lang Kecamatan Manggar, Minggu (19/4/2020). Hasil tes baru dapat diketahui dalam 5-7 hari ke depan.

Ketua Tim Satgas COVID-19 RSUD Beltim dr. Hotma Banjarnahor mengungkapkan, pengambilan sampel dilakukan lantaran ke empat orang yang merupakan satu keluarga ini pernah melakukan kotak dengan pasien positif COVID-19 di Kabupaten Belitung.

Hasil tracking Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Beltim menyatakan, jika dua orang pernah melakukan kontak langsung. Sehingga, dua orang keluarga tersebut berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sedangkan dua lainnya menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Pengambilan swab dilakukan terkait hasil tracking dari Dinas Kesehatan Kabupaten Beltim. Di mana mereka menelusuri siapa saja yang orang-orang yang sudah berkontak langsung dengan pasien positif di Tanjupandan," ungkap Hotma di Ruang Satgas COVID 19 RSUD Beltim, Senin (20/4/2020).

Dokter Spesialis Bedah itu mengatakan jika sebelumnya dua orang tersebut sudah pernah melakukan rapid tes dan hasilnya negatif. Namun untuk memastikan keakuratan, Tim Satgas COVID 19 RSUD Beltim memutuskan melakukan swab tes.

"Setelah berkonsultasi dengan Dinkes Provinsi Babel mengusulkan langsung tes swab. Ini untuk memastikan keakuratan, kalau hanya rapid tes hasilnya kurang akurat," kata Hotma.

Sampel spesimen sudah dikirimkan menggunakan pesawat udara, Senin Siang. Namun hasil tes baru bisa diketahui 5-7 hari ke depan.

"Kita mengirimkannya ke lab Kementerian Kesehatan di Jakarta, banyaknya antrian yang membuat hasil tesnya jadi lama. Kalau dikirim ke Pangkalpinang memang lebih cepat, tapi tidak ada pesawat yang bisa membawanya ke sana," jelasnya.

Setelah diisolasi selama satu malam, saat ini ke empat warga tersebut sudah dipulangkan dan harus melakukan isolasi mandiri. Tim survaliance dan Pemerintah Desa Lalang terus melakukan pengawasan terhadap isolasi.

"Hasil pemeriksaan mereka tidak ditemukan gejala-gejala khas COVID. Mereka melakukan isolasi mandiri namun tetap kita lakukan pemantauan, desa juga sudah dihubungi untuk terus memantau agar mereka tidak keluar dari isolasi," ujarnya.

Bantah RSUD Beltim Tidak Layak Tangani Pasien Corona


Ketua Tim Satgas COVID 19 RSUD Beltim dr. Hotma Banjarnahor membantah jika fasilitas dan SDM di RSUD Beltim untuk penanganan pasien COVID 19 tidak memadai dan tidak sesuai standar. Ia menyatakan RSUD Beltim siap jika sekiranya harus menerima pasien dalam pengawasan (PDP) bahkan pasien positif corona.

"Seandainya nanti ternyata ada pasien COVID di Kabupaten Beltim ini, kita sudah siap. Masyarakat tidak usah khawatir, kita sudah menyiapkan sarana dan prasarana," ujarnya.

Saat ini setidaknya RSUD Beltim sudah menyiapkan 10 tempat tidur untuk pasien COVID 19. Bahkan antisipasi kemungkinan terburuk,  jika sampai terjadi lonjakan, ruangan isolasi COVID 19 RSUD bisa menampung 20 orang pasien.

"Baik sarana dan prasarana kita sudah siapkan. Bahkan SDM, hampir setiap hari kita terus melatih perawat kita dalam penanganan pasien COVID," ungkapnya.

Terkait pengambilan sampel untuk tes swab, Hotma mengatakan seluruh proses dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Bahkan mekanismenya, yang harus melakukan pengambilan adalah dokter spesialis pantologi klinik, bukan dokter spesialias THT apalagi perawat.

"Intinya siapa pun yang mau mengambil sampelnya diperbolehkan, sepanjang sudah mengikuti pelatihan khusus pengambilan orofaring dan nasofaring. Dan biasanya dokter spesialis yang sudah mengikuti pelatihan ini dokter spesialis pantologi klinik atau bisa juga THT," jelasnya.

Hotma menambahkan RSUD Beltim memiliki banyak dokter spesialis, termasuk dokter spesialias pantologi klinik dan THT yang juga merupakan Tim COVID 19 RSUD Beltim.

"Jika dokter spesialis pantologi kliniknya kurang sehat atau berhalangan, maka dialihkan ke dokter THT," kata dokter spesialis bedah tersebut. (DiskominfoBeltim_HA)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]