LIVE STREAMING

Post Page Advertisement [Top]

Manggar, Beltim, INRADIOFM.COM ---  Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim), mengumumkan pasien positif Covid-19 pertama, sehingga penyakit yang disebabkan virus corona itu kini tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Babel.

Kasus pertama covid-19 diumumkan Bupati Beltim Yuslih Ihza yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Beltim dalam jumpa pers yang berlangsung di Kantor Bupati Beltim, Senin (11/5/2020).

Hadir juga dalam jumpa pers itu yakni, Ketua Satgas Covid-19 RSUD Belitung Timur dr Hotma Banjarnahor SpB, Kapolres Beltim AKBP Jojo Sutarjo dan Kajari Manggar Abdur Kadir, Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi dan Yulhaidir Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Beltim.

"Saya ingin menyampaikan informasi yang diterima dari RSUD dr.Masidi Djudono Tanjung Pandan bahwasanya pasien nomor 750 atas nama Tn.OH, umur 61 tahun positif Covid-19," kata Bupati Yuslih.

Bupati Yuslih memaparkan pasien warga Bekasi yang bekerja di tambang pasir dan tinggal di Desa Tanjung Batu Itam Kecamatan Simpang Pesak Beltim itu diketahui positif saat memeriksa kesehatan di RSUD dr.Masidi Djudono Tanjung Pandan untuk mendapatkan surat keterangan bebas covid-19.

"Berdasarkan informasi awal tanggal 29 April 2020 Dinas Kesehatan Belitung menyampaikan bahwa pasien Tn.OH mendapatkan pelayanan di RSUD dr.Masidi Djudono Tanjung Pandan untuk mendapatkan surat keterangan bebas covid-19 sebagai salah satu yang diisyaratkan layak terbang dari maskapai. Saat dilakukan rapid test kepada beliau didapatlah hasil reaktif sehingga langsung dilakukan isolasi di RSUD dr.Masidi Djudono Tanjung Pandan," jelas Bupati Yuslih.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihak Dinas Kesehatan Beltim segera melakukan tracking terhadap beberapa orang yang pernah kontak dengan pasien positif dengan rapid test non reaktif.

Bupati Beltim menyarankan agar warga masyarakat yang pernah berinteraksi dengan pasien tersebut segera menghubungi tim gugus tugas di Beltim.

"Saya menghimbau kepada siapa saja masyarakat yang merasa pernah berinteraksi dalam jarak dekat dengan pasien Tn.OH untuk segera menghubungi petugas tracking Dinkes Beltim untuk dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku demi menghindari dan mengendalikan penyebaran covid-19," paparnya.

Sementara itu Ketua Satgas Covid-19 RSUD Beltim dr Hotma Banjarnahor SpB menyampaikan bahwa pihaknya hingga kini masih terus melakukan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut.

"Untuk saat ini (11/5), pasien masih ada di RSUD Tanjung Pandan, jadi belum ada  penyampaian atau tindakan atau apa. Mengenai kemungkinan di rujuk ke Beltim belum ada tapi jika dirujuk kami siap. Kami dari gugus tugas Beltim sudah melakukan tracking kepada beberapa orang yang terkait pasien positif dan kami mohon kepada masyarakat untuk proaktif supaya kita bisa men-stop penyebaran virus corona," ujar dr.Hotma.

Pihaknya juga mempublikasikan informasi itu apabila ada surat dari Litbangkes RI yang disampaikan ke  Dinas KPPKB Beltim melalui Dinas Kesehatan Provinsi Babel.

"Dengan adanya surat resmi itulah baru kita bisa melakukan pers release tentang kondisi atau hasil pemeriksaan dari beberapa pasien yang baru kita duga terkait covid-19," ujar dr. Hotma Banjarnahor. (DiskominfoBeltim_HA)

Tidak ada komentar:

Bottom Ad [Post Page]